Penataan Desa di Jabar Stagnan

  • Bagikan
Asisten Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial, Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jabar Dewi Sartika (Foto: Istimewa)

TERASJABAR.CO.ID. KOTA BANDUNG – Penataan desa di Jawa Barat (Jabar) cenderung stagnan. Hal ini jika dibandingkan dengan peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan wilayah di desa. Pernyataan tersebut disampaikan Asisten Pemerintahan, Hukum, dan Kesejahteraan Sosial, Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika, dalam Forum Asisten Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat melalui konferensi video di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (28/1).

Salah satu parameternya, menurut Dewi, adalah tidak sebandingnya jumlah aparat desa dan pelayanannya, dengan jumlah penduduk desa. Kondisi inilah yang menyebabkan terjadinya stagnasi penataan desa. “Ini tentu sangat mempengaruhi kualitas pelayanan publik dan infrastruktur di desa-desa. Padahal, 72,38 persen masyarakat Jabar yang berjumlah hampir lima puluh juta jiwa tinggal di desa,” ujar Dewi, seperti dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar.

Dewi menekankan pentingnya penataan desa di Jawa Barat, mengingat saat ini Jabar memiliki dua puluh tujuh kabupaten/kota dengan 5.312 desa. Banyak desa yang secara geografis terlalu luas, sehingga persebaran penduduk tidak merata dan pembangunan jalan dan sarana fisik terhambat. “Penataan desa menjadi penting dilakukan untuk mengoptimalkan pembangunan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Dewi, sebanyak 1.378 desa dapat dimekarkan. Sebab, jumlah penduduk di 1.378 desa tersebut lebih dari 12.000 jiwa atau dua kali lipat jumlah penduduk minimal satu desa yakni 6.000 jiwa. Karena itulah, saat ini Pemprov Jabar tengah menginisiasi penataan desa di seluruh Jawa Barat.

  • Bagikan